Siang itu hujan turun begitu deras,awan pun terlihat tidak begitu bersahabat dengan hatiku yang tengah dilanda rasa senang dan bahagia bersama kedua teman baruku di Turki.
Waktu telah menunjukan pukul 12 siang,tak terasa bel pulangpun telah berdentang.
Aku dan kedua sahabat baruku pulang bersama menusuri derasnya hujan di siang itu.
Rumah kami sangat berdekatan,setiap hari kami selalu bermain bersama.
Kalian tahu apa yang terjadi saat kami tengah menelusuri jalan dengan suara gemercik air hujan??
Di sana kami melihat seorang kakek tua nan lemah tak berdaya,tak kuasa kami menahan rasa iba,segera kami menghampiri kakek itu.
"Apa yang terjadi,Kek?" Sahabatku yang berinisial H bertanya dengan penuh rasa iba.
"Sudah satu minggu kakek tidak makan dan minum,Nak.Dan tak henti-hentinya kakek berjalan menelusuri jalanan raya Istanbul,kakek sangat cape,Nak." Sang kakek mengeluh.
"Apa kakek mau minum?tunggu sebentar,rasa saya masih punya sebotol minuman." Aku mengambil sebotol air mineral dari dalam tas ku.
"Terima kasih banyak,Nak." Kakek itu pun meminum air mineral itu.
"Tidak masalah,Kek.Oya ke mana anak dan istri kakek?" Aku menatap sang kakek penuh.
"Kakek hidup sebatang kara,kakek tidak memiliki cinta,kakek tidak beristri dan tidak pula beranak,kakek tak menikah semasa muda dulu.
Kalian itu anak-anak yang baik,semoga kalian tidak pernah mengalami apa yang kakek alami sekarang,dan semoga setelah kalian menolong kakek yang lemah ini kalian semua mendapatkan hal yang begitu indah dari Tuhan." Sang kakek melontarkan sebuah senyuman kepada kami.
"Oh begitu ya,Kek.Tidak apa kek,ini semua sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia yang baik untuk saling tolong menolong." H memeluk kakek itu,dan akhirnya aku beserta S (inisial) juga ikut memeluk kakek itu.
Tiba-tiba saja sang kakek mengalami kejang-kejang.Seketika kami menjadi kaget.
Hmm...sungguh tak ku sangka secepat itu kah dia pergi?
Kami menangis bersedu-sedu.
What happen?
Seketika langit yang tadinya gelap beserta hujan yang begitu deras kini berubah menjadi sangat cerah,dan terukir dengan indah sebuah pelangi diantara langit biru yang berarak mengikuti langkah kami menuju Rumah sakit untuk membawa sang kakek.
Sungguh indah di hari itu,kami sangat senang.
Kenangan yang tak pernah terlupakan.
THE END.
Waktu telah menunjukan pukul 12 siang,tak terasa bel pulangpun telah berdentang.
Aku dan kedua sahabat baruku pulang bersama menusuri derasnya hujan di siang itu.
Rumah kami sangat berdekatan,setiap hari kami selalu bermain bersama.
Kalian tahu apa yang terjadi saat kami tengah menelusuri jalan dengan suara gemercik air hujan??
Di sana kami melihat seorang kakek tua nan lemah tak berdaya,tak kuasa kami menahan rasa iba,segera kami menghampiri kakek itu.
"Apa yang terjadi,Kek?" Sahabatku yang berinisial H bertanya dengan penuh rasa iba.
"Sudah satu minggu kakek tidak makan dan minum,Nak.Dan tak henti-hentinya kakek berjalan menelusuri jalanan raya Istanbul,kakek sangat cape,Nak." Sang kakek mengeluh.
"Apa kakek mau minum?tunggu sebentar,rasa saya masih punya sebotol minuman." Aku mengambil sebotol air mineral dari dalam tas ku.
"Terima kasih banyak,Nak." Kakek itu pun meminum air mineral itu.
"Tidak masalah,Kek.Oya ke mana anak dan istri kakek?" Aku menatap sang kakek penuh.
"Kakek hidup sebatang kara,kakek tidak memiliki cinta,kakek tidak beristri dan tidak pula beranak,kakek tak menikah semasa muda dulu.
Kalian itu anak-anak yang baik,semoga kalian tidak pernah mengalami apa yang kakek alami sekarang,dan semoga setelah kalian menolong kakek yang lemah ini kalian semua mendapatkan hal yang begitu indah dari Tuhan." Sang kakek melontarkan sebuah senyuman kepada kami.
"Oh begitu ya,Kek.Tidak apa kek,ini semua sudah menjadi kewajiban kita sebagai manusia yang baik untuk saling tolong menolong." H memeluk kakek itu,dan akhirnya aku beserta S (inisial) juga ikut memeluk kakek itu.
Tiba-tiba saja sang kakek mengalami kejang-kejang.Seketika kami menjadi kaget.
Hmm...sungguh tak ku sangka secepat itu kah dia pergi?
Kami menangis bersedu-sedu.
What happen?
Seketika langit yang tadinya gelap beserta hujan yang begitu deras kini berubah menjadi sangat cerah,dan terukir dengan indah sebuah pelangi diantara langit biru yang berarak mengikuti langkah kami menuju Rumah sakit untuk membawa sang kakek.
Sungguh indah di hari itu,kami sangat senang.
Kenangan yang tak pernah terlupakan.
THE END.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar